Langsung ke konten utama

Pengendalian Intern dan Manajemen Resiko


Resume


Hallo semuanya! Sebelum mulai ke materi, saya ingin berterima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke blog ini. Yap, this is my first blog dan tidak lupa saya ucapkan terima kasih untuk Ibu Safitri Akbari, SE, M.Ak selaku Dosen Universitas CIC yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca hasil resume materi Sistem Informasi Akuntansi dari Bab 5 "Pengendalian Intern dan Manajemen Resiko" yang merupakan blog ini dibuat sebagai salah satu Tugas UTS.
Untuk lebih singkat dan jelas kita buat menjadi sebuah rumusan masalah :
  1. Mengapa pengendalian perlu dilakukan?
  2. Bagaimana cara mencegah penyelewengan dalam perusahaan?
  3. Apa saja keterbatasan Pengendalian Intern?
  4. Resiko bisnis dan manajemen resiko?
  5. Bagaimana pengendalian SIA?
Pengendalian Intern
Sistem pengendalian intern atau disebut juga kontrol intern merupakan suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dibuat dalam membentuk organisasi dalam mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu.
Pengendalian intern adalah suatu cara dalam mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi atau perusahaan. Sistem ini memiliki peran penting dalam mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud) dan melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud (seperti mesin dan lahan) ataupun tidak berwujud (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang).
Didalam sistem pengendalian intern mencakup struktur organisasi, metode serta ukuran-ukuran yang di koordinasikan dalam menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, memberi dorongan dalam efisiensi untuk dipatuhi kebijakan manajemen.

Sistem Pengendalian Intern Menurut Para Ahli
Menurut Committee of sponsoring organizations (Coso) dari Tradeway Commission (komisi nasional Amerika untuk penyelewengan laporan keuangan) menyatakan bahwa dasar bagi dilakukannya pengendalian intern adalah tujuan, yang pelaksanaannya atas dasar adanya dorongan yang diberikan kepada seseorang atau karyawan bagian tertentu dari organisasi atau organisasi secara keseluruhan agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan.
Sedangkan menurut Romney dan Steinbart (2003) pengertian pengendalian intern adalah “internal control is the plan of organizations and the method of business use to safeguard assets, provide accurate and reliable information, promote and improve operational efficiency and encourage adherence to prescribe managerial policies”. Atau artinya,
“Pengendalian internal adalah rencana organisasi dan metode penggunaan bisnis untuk melindungi aset, memberikan informasi yang akurat dan dapat diandalkan, mempromosikan dan meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong kepatuhan untuk meresepkan kebijakan manajerial”
Terdapat tujuan sistem pengendalian intern antara lain:
  • Menjaga kekayaan organisasi
  • Melaksanakan pemeriksaan ketelitian dan keandalan data akuntansi
  • Memberikan dorongan efisiensi operasional
  • Memberikan dipatuhinya kebijaksanaan manajemen
1. Mengapa Pengendalian Perlu dilakukan

       Menurut saya jelas perlu diperhatikan. Kenapa? Terlebih lagi pada auditor karena lebih baik tidak mempercayai auditor keuangan secara menyeluruh atau benar-benar memberikan wewenang untuk mengelola keuangan perusahaan tanpa konsul pada pemilik perusahaan terlebih dahulu. Serta untuk memiliki tujuan organisasi atau sasaran yang ingin dicapai oleh suatu organisasi. Organisasi mencapai sasaran tersebut dengan menerapkan suatu sistem yang merupakan sinergi dari unsusr-unsur yang dimilikinya. Sistem ada karena tujuan, sistem dibentuk oleh semua pihak yang terkait dalam organisasi dengan berbagai macam persepsi dan tujuan. Karena persepsi tentang tujuan organisasi sering tumpah tindih dengan tujuan pribadi maka seringkali persepsi berbagai pihak terhadap tujuan organisasi menjadi kabur.
       Pengendalian (control) meliputi semua metode, kebijakan dan prosedur organisasi yang menjamin keamanan harta kekayaan perusahaan, akurasi dan kelayakan data manajemen serta standar operasi manajemen lainnya.
       Melakukan pengendalian merupakan tanggung jawab manajemen, alasan utama perlunya melakukan pengendalian terhadap aktivitas bisnis adalah :
1.      Untuk memberikan jaminan yang meyakinkan bahwa tujuan setiap aktivitas (sistem informasi dan sistem operasi) akan dicapai.
2.      Untuk mengurangi resiko yang akan dihadapi oleh perusahaan karena kejahatan, bahaya atau kerugian yang disebabkan oleh penipuan, kecurangan, penyimpangan, penyelewengan dan penggelapan.
3.      Untuk memberikan jaminan yang meyakinkandan dapat dipercaya bahwa semua tanggung jawab hukum telah dipenuhi.

No
Ciri sistem
Perubahan Parameter
Pengendalian
Awal
Baru
1
Tujuan sistem
·         Menghasilkan informasi akuntansi keuangan/laporan keuangan yang dapat dicetak setiap bulan.
·         Kualitas informasi cukup baik.
·         Menghasilkan informasi akuntansi keuangan/laporan keuangan yang dapat dicetak setiap saat diperlukan.
·         Kualitas informasi harus lebih baik.
·         Pembuatan laporan tidak harus dirubah sehingga dapat membuat laporan keuangan setiap saat, karena biaya revisi dan biaya jaringan komputer untuk online 24 jam mahal. Laporan cukup dibuat sekali seminggu.
·         Kualitas yang ada sudah baik, karena peningkatan kualitas berarti peningkatan biaya. Belum tentu manfaatnya sebanding.
2
Batas sistem
·         Awal :  SIA penjurnalan
Akhir : Pembuatan laporan keuangan.
·         -
·         -
3
Sub sistem
1.       SIA Penjumlahan
2.       SIA Buku besar
3.       SIA Pembuatan laporan keuangan
·         -
·         Fasilitas pengecekan tidak dibuat dalam aplikasi tersendiri tapi menggunakan fasilitas able, disable dan Check Box yang berfungsi sesuai dengan kewenangan pengguna.
4
Hubungan sistem
Transaksi-jurnal
Jurnal-buku besar
Ledger-pelaporan
Pelaporan-User
-1: Bukti transaksi
-2: Data Jurnal
-3: Data Ledger
-4: Laporan Keuangan
·         Tambah fasilitas pengecekan data jurnal sebelum diposting.
·         Fasilitas pengecekan tidak dibuat dalam aplikasi tersendiri tapi menggunakan fasilitas able, disable dan Check Box yang berfungsi sesuai dengan kewenangan pengguna.
5
Hirarti sistem
·         -
·         -
·         -
6
Input, proses, output
·         -
·         -
·         -
7
Lingkungan sistem
·         -
·         -
·         -

  • Perubahan lingkungan yang mempengaruhi suatu organisasi perusahaan mungkin direspon secara keseluruhan atau sebagian tergantung kepada kesempatan bersama.
  • Alasan utama digunakannya pengendalian adalah untuk membantu mencapai tujuan dan mengurangi resiko.

     Tabel Aktivitas Organisasi dalam Pengendalian Intern
Pengendalian Aktivitas
Pengertian
Penjelasan
Menjamin bahwa sistem operasi dapat berjalan secara efektif (setiap operasi dirinci lebih lanjut untuk di analisis).
Efektif-ukuran yang menunjukkan satu atau beberapa tujuan telah dicapai.
Efektifitas Rincian Operasi-digunakan sebagai pertimbangan untuk menilai efektivitas operasi.
Bila tujuan anda dapat nilai A, apakah anda dapat nilai A?
Tujuan utama terdiri dari beberapa tujuan antara tingkat keberhasilan diukur dari tingkat pencapaian anatara atau kriteria tersebut.
Menjamin sumber daya digunakan secara efisien
Efisiensi-ukuran yang menunjukkan produktivitas dari sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Berapa jumlah biaya yang dikeluarkan untuk mendapat sejumlah tertentu penerimaan dalam satu hari atau satu bulan.
Menjamin sumber daya telah diamankan dengan baik
Keamanan sumber daya-melindungi sumber daya dari kerugian, pengrusakan, penggandaan, penjumlahan dan kesalahan yang lainnya.
Apakah sumber daya selalu tersedia setiap kali diperlukan?
Menjamin validitas input
Validitas input-data yang dimasukan (diinput) ke dalam sistem telah disetujui dan mencerminkan kejadian atau objek sesungguhnya.
Dalam transaksi penjualan apakah faktur yang dimasukan kedalam sistem telah mendapat paraf petugas, dicap dan juga telah diparaf oleh yang menerima?
Menjamin kelengkapan data
Kelengkapan data-semua data yang sah telah dimasukan ke dalam sistem
Semua item dalam dokumen telah dimasukan ke dalam sistem informasi.
Menjamin akurasi
Akurasi-data yang masuk sesuai dengan peristiwa atau objeknya,
Data yang masuk mencerminkan peristiwa sesungguhnya dan dilengkapi bukti pendukung
Menjamin updating lengkap
Updating lengkap semua data baru (untuk penambahan atau perbaikan) telah masuk.
Data yang ada di dalam sistem informasi telah diperbaharui berdasarkan data terakhir.
Menjamin updating akurat
Updating akurat data baru atau perbaikan yang dimasukan ke sistem telah mencerminkan peristiwa yang sesungguhnya
Perubahan data dalam master sistem telah sesuai dengan perubahan yang seharusnya berdasarkan data baru.

 2. Cara Mencegah Penyelewengan dalam Perusahaan
     a.  Memiliki Sistem Pengendalian Yang Baik
Berkaitan dengan pengendalian internal, Committee of Sponsoring Organizations (COSO)  mengharuskan perusahaan untuk memiliki kerangka pengendalian internal sebagai berikut:
  1. Lingkungan pengendalian yang baik
  2. Penilaian resiko
  3. Aktivitas pengendalian yang baik
  4. Arus komunikasi dan informasi yang baik
  5. Pengawasan
     b.  Menghambat terjadinya kolusi
     c.  Mengawasi karyawan dan menyediakan saluran telekomunikasi 
          untuk  pelaporan fraud
     d.  Menciptakan gambaran hukuman yang akan diterima bila melakukan fraud
     e.  Melaksanakan pemeriksaan secara proaktif

Pengecekan
Contoh
Cherical check
Karyawan toko mengisi formulir permintaan barang. Pengawas took memeriksa dulu sebelum menandatanganinya
Rekonsilasi
Pengawas toko memeriksa urutan permintaan barang yang telah dipenuhi untuk meyakinkan bahwa tidak ada barang yang tertinggal.
Membandingkan asset dan data akuntansi
Auditor intern dan bagian persediaan menghitung persediaan secara phisik dan dicocokkan dengan jumlah yang ada di dalam laporan persediaan.
Pengendalian program Komputer
Program computer  melakukan pengecekkan terhadap kebenaran perhitungan jumlah yang ada didalam laporan persediaan.
Pemeriksaan manajemen terhadap akun
Manajer produksi melakukan pemeriksaan terhadap masalah adanya jumlah material yang berlebihan
Pemeriksaan terhadap laporan yang dihasilkan oleh computer
Bagian persediaan memeriksa daftar permintaan barang untuk mencari kemungkinan adanya dua kali pengolahan untuk permintaan yang sama.

3. Beberapa Keterbatasan Pengendalian Intern
  • Kolusi (Collusion) - Kolusi terjadi ketika dua atau lebih karyawan berkonspirasi untuk melakukan pencurian (korupsi) ditempat mereka bekerja. Sebagai contoh bagian penjualan dan kepala bagian penjualan setuju untuk mengambil uang dari cash register dan untuk menutupi pencurian tersebut dilakukan pemalsuan rekonsiliasi harian cash register tersebut. Degan melakukan kolusi seperti ini, mereka dapat sukses dalam melakukan pencurian.
  • Penyimpanan Manajemen - Karena manajer suatu organisasi memiliki lebih banyak otoritas dibandingkan karyawan biasa, proses pengendalian efektif pada tingkat manajemen bawah dan tidak efektif pada tingkat atas. Sebagai contoh manajer persediaan dapat mencuri uang dari penerimaan harian setelah rekonsiliasi kas harian setelah register lengkap. Manajer kemudian menyesuaikan jumlah penerimaan tersebut saat melaporkan ke atasannya dalam organisasi. 

  • Manfaat dan biaya - Konsep jaminan yang meyakinkan atau masuk akal        mengandung arti bahwa biaya pengendalian intern tidak melebihi manfaat yang dihasilkannya. Pengendalian yang masuk akal adalah pengendalian yang memberikan manfaat lebih tinggi dari biaya yang dikeluarkannya untuk melakukan pengendalian tersebut.

 4. Resiko Bisnis dan Manajemen Resiko
Resiko didefinisikan sebagai kondisi yang tidak pasti, yang apabila terjadi memiliki efek positif  atau negatif terhadap tujuan organisasi. Resiko berdampak rendah tidak begitu menghawatirkan para manajer suatu organisasi, namun bila resiko tersebut sangat mempengaruhi akan tercapai atau tidaknya tujuan organisasi maka resiko itu sangat menghawatirkan. Beberapa pakar memandang resiko dari sudut yang berbeda, seperti dikemukakan dibawah ini :
1.      Resiko adalah peluang kerugian
2.      Resiko adalah kemungkinan rugi
3.      Resiko adalah ketidakpastian
4.      Resiko adalah bias hasil antara harapan dengan kenyataan

Perbedaan pandangan mereka tentang resiko beberapa diantara nya disebabkan oleh:

      1.        Tingkat pengetahuan terhadap tujuan bidang tertentu berbeda
      2.        Pengalaman seseorang dalam menghadapi resiko dibidang tertentu yang berbeda
      3.        Budaya dan kedudukan dalam organisasi yang berbeda
      4.        Pandangan serta perasaan terhadap kondisi perusahaan

Dari pendapat para akar tersebut  secara sederhana dapat dikatakan bahwa resiko adalah akibat (baik positif atau negativ) yang tidak diharapkan dari suatu kejadian. Untuk meminimalkan resiko, resiko harus dikelola (manajemen resiko) yang pada dasarnya merencanakan dan mengendalikan resiko melalui pengendalian aktivitas bisnis yang dikenal sebagai pengendalian intern. Manajemen akan memilih strategi untuk merespon dan mengendalikan resiko yang teridentifikasi dan telah dianalisis dengan cara :

1.  Menghindari (avoidance) : Menjauhi aktivitas yang meningkatkan resiko
2. Membiarkan (retain) : Membiarkan resiko tetap ada karena biaya  menguranginya lebih besar dari manfaatnya (menerima resiko)
3. Mengurangi (reduction) : melakukan segala aktivitas yang dapat mengurangi    resiko
4. Membagi atau menjaminkan (share on insure) : mengalihkan atau membagi bagian resiko tertentu kepada pihak lain
5. Memanfaatkan (Exploit) : memanfaatkan resiko untuk menbah peluang penerimaan.

5. Bagaimana pengendalian SIA?
Pengendalian diperlukan agar sistem berfungsi sesuai dengan yang diharapkan dalam mencapai suatu tujuan. Pengendalian sangat diperlukan untuk menjamin bahwa SIA bekerja sesuai dengan yang seharusnya sehingga resiko terhadap penyimpangan dari tujuan yang telah ditetapkan akan dapat dihindari.
Salah satu keuntungan dari penggunaaan komputer dalam SIA adalah dalam meningkatkan kecepatan dan keakurasian dalam pengolahan data guna menghasilkan informasi. Dengan adanya penggunaan komputer dalam SIA maka SIA pun harus menyesuaikan karena komponen SIA manual (sistem akuntansi) dan berbasis komputer berbeda sehingga membawa problem tertentu yang berbeda pula.

  Sistem Informasi Akuntansi berbasis manual (sistem akuntansi)
Sistem informasi akuntansi berbasis komputer (sistem informasi akuntansi)
Ada dokumen kertas yang dapat ditelusuri.
Jarang sekali didukung oleh dokumen kertas yang dapat ditelusuri.
Seluruh bukti transaksi dimuat dalam bentuk kertas sehingga pemeriksa dapat bukti yang jelas dan dokumen yang dapat dibuktikan kebenarannya.
Komputer sering menyusun (sorting) data sesuai dengan kebutuhan jarang sekali diikuti oleh dokumen yang lainnya susun pula.
Hasil perhitungan tertera di dokumen kertas.
Komputer melakukan perhitungan tidak menyimpan hasil perhitungan nya sehingga tidak muncul kalau tidak dicetak.
Dari tulisan dapat dilihat siapa yang bertanggung jawab terhadap kesalahan dan melakukan penyimpangan
Sulit menentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap kesalahan (error) atau penyimpangan (fraud).
Dalam sistem manual ada internal cek sehingga kalau terjadi kesalahan akan terdeteksi sebelum kesalahan itu terjadi.
Karena komputer melakukan semua perhitungan yang disebabkan rancangan program yang buruk akan sulit dideteksi khususnya bila kesalahan tersebut kadang-kadang dan pada kondisi tertentu.
  
Pengendalian merupakan tujuan untuk memberikan keyakinan, unsur-unsur yang mendukung serta sinergi antar unsur-unsur tersebut telah berjalan secara efektif pada seluruh aktivitas bisnis sehingga resiko terhadap aktivitas tersebut sangat minimal. Pengendalian ini meliputi :

  1. Pengendalian pengembangan dan implementasi SIA 
  2.  Pengendalian software yang digunakan
  3.  Pengendalian fisik hardware
  4.  Pengendalian prosedurv pengoperasian komputer
  5.  Pengendalian keamanan data dan jaringan
  6.  Penngendalian aktivitas administrasi


Komentar