Resume
Hallo semuanya! Sebelum mulai ke materi, saya ingin
berterima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke blog ini. Yap, this is my
first blog dan tidak lupa saya ucapkan terima kasih untuk Ibu Safitri
Akbari, SE, M.Ak selaku Dosen Universitas CIC yang sudah meluangkan
waktunya untuk membaca hasil resume materi Sistem Informasi Akuntansi dari Bab
5 "Pengendalian Intern dan Manajemen Resiko" yang merupakan blog ini
dibuat sebagai salah satu Tugas UTS.
Untuk lebih singkat dan jelas kita buat menjadi sebuah
rumusan masalah :
- Mengapa pengendalian perlu dilakukan?
- Bagaimana cara mencegah penyelewengan dalam perusahaan?
- Apa saja keterbatasan Pengendalian Intern?
- Resiko bisnis dan manajemen resiko?
- Bagaimana pengendalian SIA?
Pengendalian Intern
Sistem pengendalian intern atau disebut juga kontrol
intern merupakan suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan
sistem teknologi informasi, yang dibuat dalam membentuk organisasi dalam
mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu.
Pengendalian intern adalah suatu cara dalam
mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi atau
perusahaan. Sistem ini memiliki peran penting dalam mencegah dan mendeteksi
penggelapan (fraud) dan melindungi sumber daya organisasi baik yang
berwujud (seperti mesin dan lahan) ataupun tidak berwujud (seperti reputasi
atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang).
Didalam sistem pengendalian intern mencakup struktur
organisasi, metode serta ukuran-ukuran yang di koordinasikan dalam menjaga
kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, memberi
dorongan dalam efisiensi untuk dipatuhi kebijakan manajemen.
Sistem Pengendalian Intern Menurut
Para Ahli
Menurut Committee of sponsoring organizations (Coso)
dari Tradeway Commission (komisi nasional Amerika untuk penyelewengan laporan
keuangan) menyatakan bahwa dasar bagi dilakukannya pengendalian intern adalah
tujuan, yang pelaksanaannya atas dasar adanya dorongan yang diberikan kepada
seseorang atau karyawan bagian tertentu dari organisasi atau organisasi secara
keseluruhan agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan.
Sedangkan menurut Romney dan Steinbart (2003)
pengertian pengendalian intern adalah “internal control is the plan of
organizations and the method of business use to safeguard assets, provide
accurate and reliable information, promote and improve operational efficiency
and encourage adherence to prescribe managerial policies”. Atau artinya,
“Pengendalian internal adalah rencana organisasi dan
metode penggunaan bisnis untuk melindungi aset, memberikan informasi yang
akurat dan dapat diandalkan, mempromosikan dan meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong kepatuhan untuk meresepkan
kebijakan manajerial”
Terdapat tujuan sistem pengendalian
intern antara lain:
- Menjaga kekayaan organisasi
- Melaksanakan pemeriksaan ketelitian dan keandalan data akuntansi
- Memberikan dorongan efisiensi operasional
- Memberikan dipatuhinya kebijaksanaan manajemen
1. Mengapa
Pengendalian Perlu dilakukan
Menurut saya jelas perlu diperhatikan. Kenapa? Terlebih lagi pada auditor karena lebih baik tidak mempercayai auditor keuangan secara menyeluruh atau benar-benar memberikan wewenang untuk mengelola keuangan perusahaan tanpa konsul pada pemilik perusahaan terlebih dahulu. Serta untuk memiliki tujuan organisasi atau sasaran yang ingin dicapai oleh suatu
organisasi. Organisasi mencapai sasaran tersebut dengan menerapkan suatu sistem
yang merupakan sinergi dari unsusr-unsur yang dimilikinya. Sistem ada karena
tujuan, sistem dibentuk oleh semua pihak yang terkait dalam organisasi dengan
berbagai macam persepsi dan tujuan. Karena persepsi tentang tujuan organisasi
sering tumpah tindih dengan tujuan pribadi maka seringkali persepsi berbagai
pihak terhadap tujuan organisasi menjadi kabur.
Pengendalian (control) meliputi semua metode, kebijakan dan prosedur organisasi
yang menjamin keamanan harta kekayaan perusahaan, akurasi dan kelayakan data
manajemen serta standar operasi manajemen lainnya.
Melakukan pengendalian merupakan
tanggung jawab manajemen, alasan utama perlunya melakukan pengendalian terhadap
aktivitas bisnis adalah :
1. Untuk memberikan jaminan yang
meyakinkan bahwa tujuan setiap aktivitas (sistem informasi dan sistem operasi)
akan dicapai.
2. Untuk mengurangi resiko yang akan
dihadapi oleh perusahaan karena kejahatan, bahaya atau kerugian yang disebabkan
oleh penipuan, kecurangan, penyimpangan, penyelewengan dan penggelapan.
3. Untuk memberikan jaminan yang
meyakinkandan dapat dipercaya bahwa semua tanggung jawab hukum telah dipenuhi.
No
|
Ciri sistem
|
Perubahan Parameter
|
Pengendalian
|
|
Awal
|
Baru
|
|||
1
|
Tujuan sistem
|
· Menghasilkan informasi akuntansi
keuangan/laporan keuangan yang dapat dicetak setiap bulan.
· Kualitas informasi cukup baik.
|
· Menghasilkan informasi akuntansi
keuangan/laporan keuangan yang dapat dicetak setiap saat diperlukan.
· Kualitas informasi harus lebih
baik.
|
· Pembuatan laporan tidak harus
dirubah sehingga dapat membuat laporan keuangan setiap saat, karena biaya
revisi dan biaya jaringan komputer untuk online 24 jam mahal. Laporan cukup
dibuat sekali seminggu.
· Kualitas yang ada sudah baik,
karena peningkatan kualitas berarti peningkatan biaya. Belum tentu manfaatnya
sebanding.
|
2
|
Batas sistem
|
· Awal : SIA penjurnalan
Akhir : Pembuatan laporan keuangan.
|
· -
|
· -
|
3
|
Sub sistem
|
1. SIA Penjumlahan
2. SIA Buku besar
3. SIA Pembuatan laporan keuangan
|
· -
|
· Fasilitas pengecekan tidak dibuat
dalam aplikasi tersendiri tapi menggunakan fasilitas able, disable dan Check
Box yang berfungsi sesuai dengan kewenangan pengguna.
|
4
|
Hubungan sistem
Transaksi-jurnal
Jurnal-buku besar
Ledger-pelaporan
Pelaporan-User
|
-1: Bukti transaksi
-2: Data Jurnal
-3: Data Ledger
-4: Laporan Keuangan
|
· Tambah fasilitas pengecekan data
jurnal sebelum diposting.
|
· Fasilitas pengecekan tidak dibuat
dalam aplikasi tersendiri tapi menggunakan fasilitas able, disable dan Check
Box yang berfungsi sesuai dengan kewenangan pengguna.
|
5
|
Hirarti sistem
|
· -
|
· -
|
· -
|
6
|
Input, proses, output
|
· -
|
· -
|
· -
|
7
|
Lingkungan sistem
|
· -
|
· -
|
· -
|
- Perubahan lingkungan yang mempengaruhi suatu organisasi perusahaan mungkin direspon secara keseluruhan atau sebagian tergantung kepada kesempatan bersama.
- Alasan utama digunakannya pengendalian adalah untuk membantu mencapai tujuan dan mengurangi resiko.
Tabel Aktivitas Organisasi dalam Pengendalian Intern
Pengendalian Aktivitas
|
Pengertian
|
Penjelasan
|
Menjamin bahwa sistem operasi dapat berjalan secara
efektif (setiap operasi dirinci lebih lanjut untuk di analisis).
|
Efektif-ukuran yang menunjukkan satu atau beberapa tujuan
telah dicapai.
Efektifitas Rincian Operasi-digunakan sebagai pertimbangan
untuk menilai efektivitas operasi.
|
Bila tujuan anda dapat nilai A, apakah anda dapat
nilai A?
Tujuan utama terdiri dari beberapa tujuan antara
tingkat keberhasilan diukur dari tingkat pencapaian anatara atau kriteria
tersebut.
|
Menjamin sumber daya digunakan secara efisien
|
Efisiensi-ukuran yang menunjukkan produktivitas dari
sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan.
|
Berapa jumlah biaya yang dikeluarkan untuk mendapat
sejumlah tertentu penerimaan dalam satu hari atau satu bulan.
|
Menjamin sumber daya telah diamankan dengan baik
|
Keamanan sumber daya-melindungi sumber daya dari
kerugian, pengrusakan, penggandaan, penjumlahan dan kesalahan yang lainnya.
|
Apakah sumber daya selalu tersedia setiap kali
diperlukan?
|
Menjamin validitas input
|
Validitas input-data yang dimasukan (diinput) ke
dalam sistem telah disetujui dan mencerminkan kejadian atau objek
sesungguhnya.
|
Dalam transaksi penjualan apakah faktur yang
dimasukan kedalam sistem telah mendapat paraf petugas, dicap dan juga telah
diparaf oleh yang menerima?
|
Menjamin kelengkapan data
|
Kelengkapan data-semua data yang sah telah dimasukan
ke dalam sistem
|
Semua item dalam dokumen telah dimasukan ke dalam
sistem informasi.
|
Menjamin akurasi
|
Akurasi-data yang masuk sesuai dengan peristiwa atau
objeknya,
|
Data yang masuk mencerminkan peristiwa sesungguhnya
dan dilengkapi bukti pendukung
|
Menjamin updating lengkap
|
Updating lengkap semua data baru (untuk penambahan
atau perbaikan) telah masuk.
|
Data yang ada di dalam sistem informasi telah
diperbaharui berdasarkan data terakhir.
|
Menjamin updating akurat
|
Updating akurat data baru atau perbaikan yang
dimasukan ke sistem telah mencerminkan peristiwa yang sesungguhnya
|
Perubahan data dalam master sistem telah sesuai
dengan perubahan yang seharusnya berdasarkan data baru.
|
2. Cara Mencegah Penyelewengan dalam Perusahaan
a. Memiliki Sistem
Pengendalian Yang Baik
Berkaitan dengan pengendalian internal, Committee
of Sponsoring Organizations (COSO) mengharuskan perusahaan untuk
memiliki kerangka pengendalian internal sebagai berikut:
- Lingkungan pengendalian yang baik
- Penilaian resiko
- Aktivitas pengendalian yang baik
- Arus komunikasi dan informasi yang baik
- Pengawasan
b. Menghambat terjadinya kolusi
c. Mengawasi karyawan dan menyediakan saluran telekomunikasi
untuk pelaporan fraud
d. Menciptakan gambaran hukuman yang akan diterima bila
melakukan fraud
e. Melaksanakan pemeriksaan secara proaktif
Pengecekan
|
Contoh
|
Cherical check
|
Karyawan toko mengisi formulir permintaan barang.
Pengawas took memeriksa dulu sebelum menandatanganinya
|
Rekonsilasi
|
Pengawas toko memeriksa urutan permintaan barang
yang telah dipenuhi untuk meyakinkan bahwa tidak ada barang yang tertinggal.
|
Membandingkan asset dan data akuntansi
|
Auditor intern dan bagian persediaan menghitung
persediaan secara phisik dan dicocokkan dengan jumlah yang ada di dalam
laporan persediaan.
|
Pengendalian program Komputer
|
Program computer melakukan pengecekkan
terhadap kebenaran perhitungan jumlah yang ada didalam laporan persediaan.
|
Pemeriksaan manajemen terhadap akun
|
Manajer produksi melakukan pemeriksaan terhadap
masalah adanya jumlah material yang berlebihan
|
Pemeriksaan terhadap laporan yang dihasilkan oleh
computer
|
Bagian persediaan memeriksa daftar permintaan barang
untuk mencari kemungkinan adanya dua kali pengolahan untuk permintaan yang
sama.
|
3. Beberapa
Keterbatasan Pengendalian Intern
- Kolusi (Collusion) - Kolusi terjadi ketika dua atau lebih karyawan berkonspirasi untuk melakukan pencurian (korupsi) ditempat mereka bekerja. Sebagai contoh bagian penjualan dan kepala bagian penjualan setuju untuk mengambil uang dari cash register dan untuk menutupi pencurian tersebut dilakukan pemalsuan rekonsiliasi harian cash register tersebut. Degan melakukan kolusi seperti ini, mereka dapat sukses dalam melakukan pencurian.
- Penyimpanan Manajemen - Karena manajer suatu organisasi memiliki lebih banyak otoritas dibandingkan karyawan biasa, proses pengendalian efektif pada tingkat manajemen bawah dan tidak efektif pada tingkat atas. Sebagai contoh manajer persediaan dapat mencuri uang dari penerimaan harian setelah rekonsiliasi kas harian setelah register lengkap. Manajer kemudian menyesuaikan jumlah penerimaan tersebut saat melaporkan ke atasannya dalam organisasi.
- Manfaat dan biaya - Konsep jaminan yang meyakinkan atau masuk akal mengandung arti bahwa biaya pengendalian intern tidak melebihi manfaat yang dihasilkannya. Pengendalian yang masuk akal adalah pengendalian yang memberikan manfaat lebih tinggi dari biaya yang dikeluarkannya untuk melakukan pengendalian tersebut.
4.
Resiko Bisnis dan Manajemen Resiko
Resiko didefinisikan sebagai kondisi yang tidak pasti,
yang apabila terjadi memiliki efek positif atau negatif terhadap tujuan
organisasi. Resiko berdampak rendah tidak begitu menghawatirkan para manajer
suatu organisasi, namun bila resiko tersebut sangat mempengaruhi akan tercapai
atau tidaknya tujuan organisasi maka resiko itu sangat menghawatirkan. Beberapa
pakar memandang resiko dari sudut yang berbeda, seperti dikemukakan dibawah ini
:
1. Resiko adalah peluang kerugian
2. Resiko adalah kemungkinan rugi
3. Resiko adalah ketidakpastian
4. Resiko adalah bias hasil antara
harapan dengan kenyataan
Perbedaan
pandangan mereka tentang resiko beberapa diantara nya disebabkan oleh:
1.
Tingkat
pengetahuan terhadap tujuan bidang tertentu berbeda
2.
Pengalaman
seseorang dalam menghadapi resiko dibidang tertentu yang berbeda
3.
Budaya dan
kedudukan dalam organisasi yang berbeda
4.
Pandangan
serta perasaan terhadap kondisi perusahaan
Dari pendapat para akar tersebut secara
sederhana dapat dikatakan bahwa resiko adalah akibat (baik positif atau
negativ) yang tidak diharapkan dari suatu kejadian. Untuk meminimalkan resiko,
resiko harus dikelola (manajemen resiko) yang pada dasarnya merencanakan dan
mengendalikan resiko melalui pengendalian aktivitas bisnis yang dikenal sebagai
pengendalian intern. Manajemen akan memilih strategi untuk merespon dan
mengendalikan resiko yang teridentifikasi dan telah dianalisis dengan cara :
1.
Menghindari
(avoidance) : Menjauhi aktivitas yang meningkatkan resiko
2. Membiarkan (retain)
: Membiarkan resiko tetap ada karena biaya menguranginya lebih besar dari
manfaatnya (menerima resiko)
3. Mengurangi (reduction)
: melakukan segala aktivitas yang dapat mengurangi resiko
4. Membagi atau
menjaminkan (share on insure) : mengalihkan atau membagi bagian
resiko tertentu kepada pihak lain
5. Memanfaatkan
(Exploit) : memanfaatkan resiko untuk menbah peluang penerimaan.
5. Bagaimana
pengendalian SIA?
Pengendalian diperlukan agar sistem berfungsi sesuai
dengan yang diharapkan dalam mencapai suatu tujuan. Pengendalian sangat
diperlukan untuk menjamin bahwa SIA bekerja sesuai dengan yang seharusnya
sehingga resiko terhadap penyimpangan dari tujuan yang telah ditetapkan akan
dapat dihindari.
Salah satu keuntungan dari penggunaaan komputer dalam
SIA adalah dalam meningkatkan kecepatan dan keakurasian dalam pengolahan data
guna menghasilkan informasi. Dengan adanya penggunaan komputer dalam SIA maka
SIA pun harus menyesuaikan karena komponen SIA manual (sistem akuntansi) dan
berbasis komputer berbeda sehingga membawa problem tertentu yang berbeda pula.
Sistem
Informasi Akuntansi berbasis manual (sistem akuntansi)
|
Sistem
informasi akuntansi berbasis komputer (sistem informasi akuntansi)
|
Ada dokumen
kertas yang dapat ditelusuri.
|
Jarang sekali
didukung oleh dokumen kertas yang dapat ditelusuri.
|
Seluruh bukti
transaksi dimuat dalam bentuk kertas sehingga pemeriksa dapat bukti yang
jelas dan dokumen yang dapat dibuktikan kebenarannya.
|
Komputer
sering menyusun (sorting) data sesuai dengan kebutuhan jarang sekali diikuti
oleh dokumen yang lainnya susun pula.
|
Hasil
perhitungan tertera di dokumen kertas.
|
Komputer
melakukan perhitungan tidak menyimpan hasil perhitungan nya sehingga tidak
muncul kalau tidak dicetak.
|
Dari tulisan
dapat dilihat siapa yang bertanggung jawab terhadap kesalahan dan melakukan
penyimpangan
|
Sulit
menentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap kesalahan (error) atau
penyimpangan (fraud).
|
Dalam sistem
manual ada internal cek sehingga kalau terjadi kesalahan akan terdeteksi
sebelum kesalahan itu terjadi.
|
Karena
komputer melakukan semua perhitungan yang disebabkan rancangan program yang
buruk akan sulit dideteksi khususnya bila kesalahan tersebut kadang-kadang
dan pada kondisi tertentu.
|
Pengendalian merupakan tujuan
untuk memberikan keyakinan, unsur-unsur yang mendukung serta sinergi
antar unsur-unsur tersebut telah berjalan secara efektif pada seluruh
aktivitas bisnis sehingga resiko terhadap aktivitas tersebut sangat minimal.
Pengendalian ini meliputi :
- Pengendalian pengembangan dan implementasi SIA
- Pengendalian software yang digunakan
- Pengendalian fisik hardware
- Pengendalian prosedurv pengoperasian komputer
- Pengendalian keamanan data dan jaringan
- Penngendalian aktivitas administrasi

Komentar
Posting Komentar